Komitmen terhadap Lingkungan
Kami menjalankan operasi dengan pengelolaan lingkungan yang disiplin dan terukur, memastikan produksi energi berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan keberlanjutan jangka panjang.
Kebijakan Perlindungan Keanekaragaman Hayati
PGN Saka dengan visi menjadi perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas yang menguntungkan dan kuat secara finansial di bawah Holding Energi Indonesia dengan menerapkan kinerja dalam keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan serta melibatkan pemangku kepentingan untuk mencapai sektor bisnis jangka panjang, menyadari sepenuhnya akan pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati untuk kelestarian alam. Berdasarkan kesadaran tersebut, Perusahaan berkomitmen untuk berperan aktif dalam perlindungan keanekaragaman hayati melalui upaya sebagai berikut:
- Meningkatkan kesadaran serta aksi sadar kelestarian alam dan keanekaragaman hayati dikalangan karyawan dan pihak terkait
- Mendukung upaya pemerintah dalam perlindungan keanekaragaman hayati melalui pematuhan perlindungan lahan beserta pengawetan jenis-jenis tumbuhan dan hewan/satwa liar dilindungi
- Menyediakan Sumber Daya Manusia dengan kompetensi yang memadai untuk melakukan kegiatan perlindungan keanekaragaman hayati
- Melakukan upaya perlindungan keanekaragaman hayati dengan cara menetapkan dan mengelola kawasan perlindungan keanekaragaman hayati secara Insitu dan Eksitu
- Melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi, instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat setempat dalam pengelolaan keanekaragaman hayati
Efisiensi Air
Pemanfaatan Air dalam industri ini merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dihindari, karena air merupakan unsur yang krusial dalam menunjang kegiatan operasional. Di sisi lain, air bersih juga sangat penting bagi kehidupan manusia sehingga industri dituntut untuk dapat memanfaatkan sumber daya air yang tersedia secara bijaksana dan efisien.
Pengelolaan Limbah
Pengelolaan Penurunan Emisi
Pemantauan emisi dari sumber statis maupun bergerak dilakukan secara berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap baku mutu. Perusahaan berkomitmen mengendalikan dan mengurangi pencemaran udara, termasuk emisi konvensional dan Gas Rumah Kaca (GRK), melalui:
- Pemilihan teknologi dan bahan yang rendah emisi dan ramah lingkungan dengan konsep Produksi Bersih.
- Penghijauan area operasi untuk mendukung penyerapan GRK dan pengurangan emisi konvensional.
- Kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya penurunan emisi konvensional dan GRK.
- Implementasi program Penilaian Daur Hidup untuk mendukung pengurangan emisi konvensional dan GRK.
- Kontribusi terhadap pencapaian SDGs melalui program pengurangan pencemaran udara.
Dekarbonisasi
Program Dekarbonisasi PGN Saka sebagai respon terhadap perubahan iklim telah menjadi salah satu inisiatif terkait ESG serta mendukung target Program Dekarbonisasi Pertamina 2030. Inisitif Program Dekarbonisasi yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh Perusahaan dikelompokkan sebagai berikut:
- Penggunaan Peralatan yang lebih efisien (Efficiency of Energy Intensity)
- Pengurangan emisi dari proses / fugitives (Non-routine emission); Zero routine flaring, pemanfaatan flare gas, monitoring dan pengurangan emisi fugitive
- Penggunaan Energi dari sumber yang rendah karbon (Low Carbon Power); Pemasangan solar photovoltaic
- Pengurangan emisi dari pembakaran (Low Carbon Heat); Substitusi bahan bakar (fuel oil/diesel) ke gas dan/atau bakan bakar biomassa
Pengembangan Masyarakat
Konservasi dan Ekowisata Mangrove
SAKA melakukan upaya pemeliharaan lingkungan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi akibat abrasi dan deforestasi. Hal ini mendorong SAKA untuk melakukan konservasi mangrove. Upaya pemeliharaan lingkungan ini diwujudkan dengan proses pembibitan serta perawatan bibit mangrove, sebelum akhirnya ditanamkan. SAKA mengembangkan beberapa lokasi menjadi ekowisata mangrove bersama dengan masyarakat setempat, yaitu Banyuurip Mangrove Center, Muara Bengawan Solo, Lewean View, dan di Desa Tluwuk.
Tembok Penahan Tanah Pencegah Banjir dan Abrasi
Guna meminimalisir potensi terjadinya abrasi dan banjir, SAKA membangun tembok penahan tanah di Kecamatan Manyar sepanjang 1 kilometer. Tembok ini memiliki titik pembuangan akhir di laut sehingga air yang terkumpul tidak meluap ke wilayah pemukiman.
Bank Sampah
SAKA telah mengembangkan lebih lanjut program pengelolaan Bank Sampah Berkah Jaya dengan mengintegrasikannya ke dalam Program Kampung Iklim di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang. Kegiatan pengelolaan sampah dilakukan secara rutin, meliputi pengumpulan, pemilahan, penimbangan, dan penjualan kepada pengepul, yang dilaksanakan secara terjadwal.