PT Saka Energi Indonesia (SAKA) sebagai bagian dari Sub Holding Gas Pertamina, melalui entitasnya Saka Indonesia Pangkah Limited berhasil meraih La Tofi ESG Rating 2026 dengan predikat tertinggi Platinum Alignment dan skor 90,46, sekaligus masuk dalam daftar Best 100 Operation Units / Sites / Suppliers Indonesia 2026. Capaian ini merupakan pengakuan eksternal atas komitmen SAKA dalam menjalankan operasi hulu migas yang selamat, andal, taat, serta berorientasi pada keberlanjutan.
Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian Indonesia Green Awards 2026 & Best 100 La Tofi ESG Rating 2026 yang diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility pada 21 Januari 2026 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, dan diterima oleh perwakilan HSSE SAKA. Penghargaan ini menegaskan bahwa implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan tidak berhenti pada kepatuhan administratif, melainkan diarahkan pada aksi nyata dan terukur di lapangan.
Penilaian dilakukan melalui analisis dokumen dan desk review menggunakan metodologi La Tofi ESG Rating – True Significant Risk–Action Impact, yang menilai keselarasan antara risiko ESG signifikan dengan aksi mitigasi yang dijalankan sekaligus mendorong peningkatan kinerja keberlanjutan di masa depan serta mendukung pelaporan ESG yang selaras dengan standar internasional. ESG dinilai melalui empat pilar utama yaitu:
- LRMI (Local Risk Mapping Index) – Mengukur ketepatan pemetaan risiko khas wilayah (lingkungan, sosial, dan tata kelola).
- RSAI (Risk–Strategy Alignment Index) – Menilai sejauh mana strategi perusahaan selaras dengan tingkat risiko yang dihadapi.
- AMS (Action Mitigation Score) – Mengukur skala, efektivitas, dan keberlanjutan aksi mitigasi yang dilakukan.
- FVS (Field Verification Score) – Validasi/verifikasi atas bukti pelaksanaan program.
Hasil penilaian menunjukkan kinerja yang sangat kuat pada seluruh pilar, dengan capaian LRMI 100, RSAI 90, AMS 88, dan FVS 85,8, sehingga menghasilkan skor akhir 90,46 (Platinum Alignment). LRMI 100 menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memetakan risiko lokal secara komprehensif, khususnya di wilayah operasi pesisir, sementara nilai AMS dan FVS mencerminkan kuatnya aksi mitigasi yang terukur, berkelanjutan, dan dapat diverifikasi secara nyata.
Berdasarkan pemetaan La Tofi ESG Rating, SAKA berada pada Leader Quadrant: ESG Risk High – Action High, yang menandakan kemampuan perusahaan menjawab eksposur risiko ESG tinggi di sektor energi melalui aksi mitigasi yang kuat dan konsisten, termasuk konservasi pesisir (mangrove), pengelolaan konflik nelayan, penyediaan air bersih, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan tata kelola didukung evaluasi berkala dan kolaborasi aktif dengan pemangku kepentingan lokal.
Kinerja ESG SAKA juga mencatat Gap Risiko–Aksi sebesar 0,10, yang tergolong kecil dan menunjukkan keseimbangan yang sangat baik antara tingkat risiko signifikan dan kualitas mitigasi yang dijalankan. Meski telah meraih predikat Platinum, La Tofi ESG Rating tetap memberikan rekomendasi penguatan, antara lain peningkatan pencegahan konflik nelayan yang lebih preventif dan berbasis target, serta peningkatan peran pemangku kepentingan sebagai mitra kolaborasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program konservasi pesisir, tata kelola air bersih, serta pengembangan ekonomi lokal, sehingga kepemilikan program semakin kuat dan dampaknya lebih berkelanjutan.
Pengakuan ini menempatkan SAKA sejajar dengan perusahaan nasional yang menunjukkan komitmen kuat terhadap ESG, sekaligus menjadi pemacu bagi seluruh Perwira SAKA untuk terus memperkuat aksi nyata, menjaga konsistensi perbaikan, dan menanamkan budaya keberlanjutan sebagai bagian dari cara perusahaan mengelola risiko, meningkatkan ketangguhan operasi, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, serta menjalankan operasi hulu migas yang bertanggung jawab dalam menyalurkan energi bagi negeri.